-- -- --
--
--
--

prakiraan musim kemarau 2026

 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia datang lebih awal dan berlangsung lebih kering serta lebih panjang dari biasanya. Awal kemarau dimulai secara bertahap sejak April hingga Juni 2026, dengan puncak kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Agustus 2026 di sebagian besar wilayah Nusantara. [1, 2, 3]

Berikut adalah rincian lengkap mengenai prediksi musim kemarau tahun 2026:kkk




1. Jadwal Kedatangan Musim Kemarau
Musim kemarau tidak datang secara serentak di seluruh wilayah, melainkan dibagi dalam beberapa periode: [1, 2]
  • April 2026: Meliputi 16,3% wilayah, termasuk Nusa Tenggara, sebagian kecil Pulau Jawa, dan Bali.
  • Mei 2026: Meliputi 26,3% wilayah, termasuk sebagian Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Papua.
  • Juni 2026: Meliputi 23,3% wilayah, mencakup sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua Barat.
    Secara keseluruhan, sekitar 46,5% zona musim di Indonesia mengalami awal kemarau yang lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. [1, 2, 3]
2. Puncak Musim Kemarau
  • Mayoritas wilayah Indonesia (sekitar 61,4%) diprediksi akan mengalami puncak musim kemarau pada bulan Agustus 2026.
  • Sekitar 58,7% wilayah mengalami puncak musim kemarau yang datang lebih awal dari normalnya. [1]
3. Sifat dan Durasi Kemarau
  • Lebih Kering (Bawah Normal): Sekitar 64,5% wilayah Indonesia diprediksi akan memiliki curah hujan di bawah rata-rata normal. Wilayah yang sangat berpotensi meliputi Sumatera bagian selatan, Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan, dan Sulawesi.
  • Lebih Panjang: Sekitar 57,2% wilayah Nusantara diprediksi memiliki durasi kemarau yang lebih lama dari siklus normalnya. [1, 2]
Wilayah Terdampak Utama
Kondisi kemarau yang lebih kering dan panjang ini diperkirakan akan sangat terasa di daerah-daerah seperti: [1]
  • Sumatera bagian selatan dan Lampung
  • Hampir seluruh Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT
  • Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah
  • Sebagian besar Sulawesi, Maluku, dan wilayah Papua [1]
Masyarakat dan berbagai pihak terkait diimbau untuk mewaspadai potensi kekeringan, krisis air bersih, dan risiko kebakaran hutan serta lahan (karhutla) akibat kondisi cuaca yang lebih panas. [1]
Untuk memantau perkembangan cuaca dan pembaruan data zona musim di daerah Anda secara real-time, pastikan untuk selalu mengecek informasi resmi melalui situs web BMKG Prediksi Musim atau mengunduh aplikasi InfoBMKG

Lebih baru BerandaLebih lama
Perhatian!

telah rilis update prakiraan musim

Selengkapnya →